Oleh: Hairus Salim
Memperbanyak kegiatan kesenian dan kesastraan mungkin menjadi salah satu cara melawan radikalisme dan kepicikan berpikir. Terutama, kegiatan kesenian dan kesastraan ini penting buat anak-anak. Kenapa?
Karena dengan seni dan sastra, anak-anak dibiasakan untuk melihat
sesuatu secara luas, tidak hitam-putih. Seni bukan soal salah-benar.
Berbeda dengan agama, di mana orang diajarkan untuk melihat secara
hitam-putih, karena agama soal kebenaran, tak mengenal pandangan
abu-abu.
Seni dan sastra juga menjadi ruang orang untuk berbagi bersama, merayakan dan menikmati kegembiraan. Hal yang sulit diberikan agama. Gedung pertunjukan bisa didatangi orang yang majemuk, sedangkan rumah ibadah, sebetapapun terbukanya, tetap hanya untuk pemeluknya saja.
Memperkenalkan dan mengintensifkan seni atau sastra bagi anak, adalah upaya deradikalisasi di bagian hulu. Sayang sekali, pemerintah lebih banyak mendukung kegiatan agama daripada kegiatan budaya, seni atau sastra.
Orang dewasa kalau sudah berpikir sempit, benar sendiri, dan radikal, susah sekali dikembalikan. Berbincang dengan mereka bisa jadi debat kusir. Jadi kalau mau melakukan deradikalisasi, pikirkanlah anak-anak dan seni budaya sebagai medium. [Zi]
*Sumber: Chirpstory @Haisa_HS
Memperbanyak kegiatan kesenian dan kesastraan mungkin menjadi salah satu cara melawan radikalisme dan kepicikan berpikir. Terutama, kegiatan kesenian dan kesastraan ini penting buat anak-anak. Kenapa?
| Menulis puisi. (gambar: playbuzz.com) |
Seni dan sastra juga menjadi ruang orang untuk berbagi bersama, merayakan dan menikmati kegembiraan. Hal yang sulit diberikan agama. Gedung pertunjukan bisa didatangi orang yang majemuk, sedangkan rumah ibadah, sebetapapun terbukanya, tetap hanya untuk pemeluknya saja.
Memperkenalkan dan mengintensifkan seni atau sastra bagi anak, adalah upaya deradikalisasi di bagian hulu. Sayang sekali, pemerintah lebih banyak mendukung kegiatan agama daripada kegiatan budaya, seni atau sastra.
Orang dewasa kalau sudah berpikir sempit, benar sendiri, dan radikal, susah sekali dikembalikan. Berbincang dengan mereka bisa jadi debat kusir. Jadi kalau mau melakukan deradikalisasi, pikirkanlah anak-anak dan seni budaya sebagai medium. [Zi]
*Sumber: Chirpstory @Haisa_HS

0 comments :